Pada tanggal 17 s.d. 18 November 2025, SMKN 2 Kandangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kegiatan In House Training (IHT), sekolah mengangkat topik penting: Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses belajar mengajar.
Sejak sesi pertama dimulai, suasana pelatihan sudah terasa hidup. Para guru menunjukkan antusiasme yang luar biasa—bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. KKA memang masih menjadi materi baru bagi sebagian guru, namun semangat untuk belajar hal baru menjadikan setiap sesi terasa mengalir dan menyenangkan.
Dalam kesempatan ini, saya dipercaya menjadi salah satu narasumber. Saya berbagi tentang bagaimana koding dapat dijadikan pintu masuk untuk melatih logika dan kreativitas murid, serta bagaimana kecerdasan artifisial bisa dimanfaatkan untuk membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih personal, efisien, dan bermakna. Kami juga membahas bagaimana konsep pembelajaran mendalam dapat membantu guru menggali potensi murid secara lebih mendalam, bukan sekadar mengejar penyelesaian materi.
Yang paling mengesankan bagi saya adalah semangat kolaborasi para guru. Tidak ada rasa sungkan untuk bertanya, tidak ada keengganan untuk mencoba, dan tidak ada batas antar-mata pelajaran. Semua menyatu dalam tujuan yang sama: memperbaiki kualitas pembelajaran bagi murid.
Refleksi: Ketika Guru Siap Berubah, Sekolah Siap Maju
Menjadi narasumber sekaligus bagian dari proses belajar ini membuat saya semakin menyadari bahwa transformasi pendidikan dimulai dari guru. Tantangan terbesar bukan pada teknologi yang rumit, tetapi pada keberanian kita untuk membuka diri terhadap cara-cara baru.
Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan lagi sekadar tren—keduanya sudah menjadi kebutuhan. Namun pemahaman dan penerapannya tidak harus selalu sulit. Ketika guru saling mendukung, berbagi praktik baik, dan melihat teknologi sebagai peluang, maka perubahan akan berjalan lebih mudah dan berdampak.
Saya pulang dari kegiatan ini dengan perasaan optimis. Jika semangat ini terus dijaga, maka SMKN 2 Kandangan tidak hanya siap mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga siap menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.
Pesan Motivasi: Guru Hebat, Indonesia Kuat
Untuk seluruh guru yang mengikuti IHT ini, izinkan saya menyampaikan satu pesan:
Setiap langkah kecil dalam belajar, sekecil apa pun, adalah bagian dari perubahan besar dalam pendidikan.
Jangan takut pada teknologi. Jadikan ia sebagai alat untuk memperkuat kreativitas mengajar Anda. Cobalah hal baru, evaluasi, lalu perbaiki. Tidak ada proses belajar yang sia-sia.
Ingatlah, ketika guru bergerak, sekolah berubah.
Ketika guru bertransformasi, masa depan peserta didik terbentuk.
Dan ketika guru terus belajar, Indonesia menjadi lebih kuat.
