Senin, 05 Januari 2026

Rumah Pendidikan dan Eksplorasi Ruang Murid: Menguatkan Pembelajaran dari Sekolah, untuk Masa Depan

Transformasi pendidikan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau perubahan yang serba instan. Justru, perubahan paling bermakna sering lahir dari ruang-ruang kecil: dari diskusi sederhana antarguru, dari keberanian mencoba hal baru, dan dari komitmen untuk terus belajar bersama. Berangkat dari semangat inilah, saya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rumah Pendidikan dengan fokus pada eksplorasi Ruang Murid, yang dilaksanakan di unit kerja sendiri sebagai bentuk penguatan komunitas belajar terdekat.

Rumah Pendidikan: Satu Pintu Ekosistem Pembelajaran Digital

Rumah Pendidikan hadir sebagai sebuah ekosistem pembelajaran digital yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital. Platform ini bukan sekadar kumpulan aplikasi, melainkan sebuah rumah bersama yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan—mulai dari sumber belajar, asesmen, pengembangan kompetensi guru, hingga ruang eksplorasi bagi murid.

Melalui Rumah Pendidikan, guru dan murid memiliki akses yang lebih luas terhadap pembelajaran yang fleksibel, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Semua dirancang agar pembelajaran tidak lagi terbatas oleh ruang kelas dan waktu tatap muka semata, tetapi dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja.

Dalam konteks ini, peran guru menjadi semakin strategis. Guru tidak digantikan oleh teknologi, justru diperkuat. Guru menjadi pendamping, fasilitator, dan pengarah agar pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak pada kualitas belajar murid.

Eksplorasi Ruang Murid: Membuka Akses Belajar Mandiri dan Bermakna

Salah satu bagian penting dari Rumah Pendidikan adalah Ruang Murid. Pada kegiatan sosialisasi ini, eksplorasi Ruang Murid menjadi fokus utama, agar para guru dapat memahami fitur-fiturnya secara utuh dan mampu menyampaikannya kembali kepada murid.

Ruang Murid menyediakan beragam fitur pembelajaran yang mendorong murid untuk:
  • belajar secara mandiri sesuai minat dan kebutuhannya,
  • berlatih menjadi pembelajar yang aktif dan bertanggung jawab,
  • serta mengembangkan kebiasaan belajar yang bermakna dan berkelanjutan.
Melalui Ruang Murid, murid memiliki “ruang aman” untuk bertumbuh, bereksplorasi, mencoba, dan belajar tanpa takut salah. Pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada guru, tetapi memberi kesempatan kepada murid untuk menjadi subjek utama dalam proses belajarnya.

Penguatan Komunitas Belajar dari Lingkungan Terdekat

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di unit kerja sendiri sebagai bentuk nyata penguatan komunitas belajar di lingkungan terdekat. Guru belajar bersama guru, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan dalam menghadapi perubahan. Karena sejatinya, transformasi pendidikan akan lebih berkelanjutan jika tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan karena paksaan.

Melalui diskusi dan praktik langsung, para guru diajak untuk tidak hanya mengenal Rumah Pendidikan secara teknis, tetapi juga memahami nilai dan filosofi di balik pemanfaatannya: bahwa pembelajaran harus berpihak pada murid dan menyiapkan mereka menghadapi masa depan yang terus berubah.

Motivasi untuk Guru: Terus Belajar, Terus Bertumbuh

Perubahan zaman menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Guru yang mau berkembang adalah kunci lahirnya murid-murid yang siap menghadapi tantangan masa depan. Digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk memperluas dampak pembelajaran.

Rumah Pendidikan hadir sebagai mitra guru—memberi dukungan, sumber daya, dan ruang pengembangan diri. Ketika guru mau membuka diri terhadap pembaruan, maka murid pun akan melihat contoh nyata tentang bagaimana menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Mengajak Murid Mengenal Ruang Belajarnya Sendiri

Sebagai guru, kita memiliki peran penting untuk menyampaikan kepada murid bahwa mereka memiliki ruang belajar milik mereka sendiri. Ruang untuk mencoba, bertanya, dan berkembang sesuai zamannya. Dengan pendampingan yang tepat, murid dapat memanfaatkan fitur-fitur di Ruang Murid tidak hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi untuk membangun kemandirian dan rasa ingin tahu.

Belajar tidak lagi berhenti di ruang kelas. Belajar ada di genggaman, dan guru hadir untuk memastikan proses itu tetap bermakna, terarah, dan bernilai.

Mari kita terus bergerak bersama, belajar bersama, dan bertumbuh bersama. Dari sekolah, dari komunitas kecil, dari langkah sederhana yang konsisten. Karena perubahan besar dalam pendidikan selalu berawal dari guru-guru yang mau belajar dan murid-murid yang diberi ruang untuk berkembang.

Rabu, 19 November 2025

Menguatkan Pembelajaran Melalui Koding & Kecerdasan Artifisial: Cerita dari IHT SMKN 2 Kandangan

Pada tanggal 17 s.d. 18 November 2025, SMKN 2 Kandangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kegiatan In House Training (IHT), sekolah mengangkat topik penting: Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses belajar mengajar.

Sejak sesi pertama dimulai, suasana pelatihan sudah terasa hidup. Para guru menunjukkan antusiasme yang luar biasa—bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. KKA memang masih menjadi materi baru bagi sebagian guru, namun semangat untuk belajar hal baru menjadikan setiap sesi terasa mengalir dan menyenangkan.

Dalam kesempatan ini, saya dipercaya menjadi salah satu narasumber. Saya berbagi tentang bagaimana koding dapat dijadikan pintu masuk untuk melatih logika dan kreativitas murid, serta bagaimana kecerdasan artifisial bisa dimanfaatkan untuk membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih personal, efisien, dan bermakna. Kami juga membahas bagaimana konsep pembelajaran mendalam dapat membantu guru menggali potensi murid secara lebih mendalam, bukan sekadar mengejar penyelesaian materi.

Yang paling mengesankan bagi saya adalah semangat kolaborasi para guru. Tidak ada rasa sungkan untuk bertanya, tidak ada keengganan untuk mencoba, dan tidak ada batas antar-mata pelajaran. Semua menyatu dalam tujuan yang sama: memperbaiki kualitas pembelajaran bagi murid.

Refleksi: Ketika Guru Siap Berubah, Sekolah Siap Maju

Menjadi narasumber sekaligus bagian dari proses belajar ini membuat saya semakin menyadari bahwa transformasi pendidikan dimulai dari guru. Tantangan terbesar bukan pada teknologi yang rumit, tetapi pada keberanian kita untuk membuka diri terhadap cara-cara baru.

Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan lagi sekadar tren—keduanya sudah menjadi kebutuhan. Namun pemahaman dan penerapannya tidak harus selalu sulit. Ketika guru saling mendukung, berbagi praktik baik, dan melihat teknologi sebagai peluang, maka perubahan akan berjalan lebih mudah dan berdampak.

Saya pulang dari kegiatan ini dengan perasaan optimis. Jika semangat ini terus dijaga, maka SMKN 2 Kandangan tidak hanya siap mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga siap menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.

Pesan Motivasi: Guru Hebat, Indonesia Kuat

Untuk seluruh guru yang mengikuti IHT ini, izinkan saya menyampaikan satu pesan:
Setiap langkah kecil dalam belajar, sekecil apa pun, adalah bagian dari perubahan besar dalam pendidikan.

Jangan takut pada teknologi. Jadikan ia sebagai alat untuk memperkuat kreativitas mengajar Anda. Cobalah hal baru, evaluasi, lalu perbaiki. Tidak ada proses belajar yang sia-sia.

Ingatlah, ketika guru bergerak, sekolah berubah.
Ketika guru bertransformasi, masa depan peserta didik terbentuk.
Dan ketika guru terus belajar, Indonesia menjadi lebih kuat.



Sabtu, 04 Januari 2025

WUJUDKAN CERIA, demi masa depan berkelanjutan

Alhamdulillah, SMK Negeri 2 Kandangan berhasil meraih hibah dalam program KPP Mining Youth in Action pada kategori tenaga kependidikan SMA/SMK. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen dari seluruh tim yang terlibat, termasuk guru, tenaga kependidikan, dan mitra pendukung yang telah mendukung penyusunan proposal dengan sepenuh hati.

Sebagai wujud tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, SMK Negeri 2 Kandangan berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan ini secara maksimal. Dengan membawa semangat inovasi dan kolaborasi, sekolah akan memastikan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dampak berkelanjutan bagi pengembangan kompetensi siswa dan tenaga kependidikan.
Saat ini, tim penyusun langsung bergerak ke tahap persiapan. Tahap ini melibatkan berbagai kegiatan penting, seperti penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan, penyiapan fasilitas pendukung, pengaturan jadwal pelatihan, hingga komunikasi dengan pihak terkait. Semua langkah ini dilakukan dengan penuh dedikasi untuk memastikan bahwa program berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah dirancang.

Melalui program ini, SMK Negeri 2 Kandangan berharap dapat memperkuat peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan program-program unggulan.

Terima kasih atas dukungan semua pihak, dan semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk pencapaian yang lebih besar di masa mendatang.

#SMKBisa
#SMKHebat
#SMKN2KandanganJuara


Senin, 02 Desember 2024

CERIA (Cerdas Kelola Sampah untuk Lingkungan Asri)

SMK Negeri 2 Kandangan berpartisipasi dalam kegiatan KPP Mining Youth in Action. KPP Mining Youth in Action ini merupakan kompetisi untuk ide-ide yang benar-benar berkontribusi pada pembangunan berkelajutan dengan tema pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahan. 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai institusi pendidikan vokasi, tidak hanya bertugas untuk memberikan pembelajaran formal, tetapi juga membentuk kebiasaan baik. Sejalan dengan Visi dan Misi SMK Negeri 2 Kandangan untuk membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan. Namun, permasalahan yang muncul saat ini adalah rendahnya kesadaran peserta didik dalam membuang, memilah dan mengelola sampah, baik sampah organik maupun non-organik.

Saat ini peserta didik masih terbiasa membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga menyulitkan dalam pengelolaan sampah dan membuat lingkungan sekolah tidak bersih. Hal ini tidak hanya meningkatkan volume sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga menunjukkan kurangnya pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Sampah non organik seperti plastik, sebagai salah satu jenis sampah yang paling sulit terurai, menjadi ancaman serius bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan tepat. Di sisi lain, sampah organik seperti sisa makanan atau bahan organik lainnya, sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kompos atau keperluan lain yang lebih bermanfaat. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan peserta didik dalam hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memberikan edukasi yang sistematis dan berkelanjutan mengenai pemilahan dan pengelolaan .

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat, diperlukan kegiatan edukasi yang dapat memberikan pemahaman praktis dan membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang pentingnya memilah sampah, tetapi juga memahami nilai keberlanjutan lingkungan, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dengan demikian, program edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah yaitu CERIA (Cerdas Kelola Sampah untuk Lingkungan Asri) ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang dapat menciptakan lingkungan asri di SMK Negeri 2 Kandangan.

Kamis, 16 Maret 2023

Buku Naik Pangkat

Pertemuan keduapuluh lima

Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI
Gelombang ke-28

Pemateri: Dr. Imron Rosidi, M.Pd
Moderator: Yandri Novitas Sari, S.Pd
Tema: Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS
Senin/06 Maret 2023

Buku merupakan hasil karya guru dalam bentuk tulisan. Banyak manfaat dari menulis buku, selain dari menyalurkan hobi, membuat pikiran tenang juga bisa digunakan mendapatkan angka kredit untuk naik pangkat. Buku seperti apa yang dapat digunakan untuk naik pangkat tersebut? Nara sumber yang luar biasa pengarang buku berjudul Bergerilya menjadi penulis yaitu Dr. Imron Rosidi, M.Pd., akan memaparkan tentang hal tersebut.

Kamis, 09 Maret 2023

Biografi Vs Autobiografi

Pertemuan keduapuluh empat
Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI
Gelombang ke-28

Pemateri: Lely Suryani, S.Pd.SD
Moderator: Muliadi, M.Pd

Tema: Menulis Biografi
Jum’at/03 Maret 2023

Kita dapat belajar banyak tentang kehidupan seseorang dengan membaca buku-buku mereka atau buku-buku yang ditulis oleh orang lain, terlepas dari siapa yang menulis buku tersebut. Biografi adalah catatan kehidupan orang lain, sedangkan autobiografi adalah catatan kehidupan seseorang. Kita dapat mendengarkan penjelasan narasumber berikut ini tentang biografi dan otobiografi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang istilah-istilah tersebut.

Minggu, 05 Maret 2023

Menerbitkan Buku melaui Penerbit Indie

Pertemuan keduapuluh tiga
Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI
Gelombang ke-28

Pemateri: Raimundus Brian Prasetyawan
Moderator: Nur Dwi Yanti, S.Pd

Tema: Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi
Rabu/01 Maret 2023

Setelah draft buku kita selesai ditulis, tentu saja kita ingin menerbitkannya. Ada dua penerbit yang bisa kita hubungi yaitu penerbit indi atau penerbit mayor. Apa yang dimaksud dengan penerbit indie dan penerbit mayor dan bagaimana cara mudah untuk menerbitkan buku? Pertanyaan tersebut akan dikupas oleh Bapak Raimundus Brian Prasetyawan atau yang dikenal juga dengan Om Ian.

Rumah Pendidikan dan Eksplorasi Ruang Murid: Menguatkan Pembelajaran dari Sekolah, untuk Masa Depan

Transformasi pendidikan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau perubahan yang serba instan. Justru, perubahan paling bermakna sering...

Resume Menulis